Kabar

Rapat perdana, Bawaslu minta KPU perbaiki Berita Acara DPB 2020

Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jayapura – Mengawali tahun 2021, Bawaslu menemukan adanya kesalahan teknis yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Jayapura.
Hal ini langsung disigapi oleh Bawaslu secara resmi berdasarkan Surat Bawaslu Kabupaten Jayapura Nomor: 001/PM.00.02/K.Bawaslu.PA-07/01/2021 yang mengundang Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Jayapura untuk mengikuti Rapat Koordinasi yang dilaksanakan hari ini, Kamis (28/01/2021).

Rapat Koordinasi perdana yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Jayapura ini, mendudukkan Bawaslu dan KPU dalam pembahasan terkait perbedaan jumlah pemilih Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) pada Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan antara KPU Kabupaten Jayapura dan KPU Provinsi Papua.

Berdasarkan Berita Acara KPU Kabupaten Jayapura Nomor: 25/PL.01.2-BA/02/KAB/XII/2020 tentang Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020, jumlah pemilih Daftar Pemilih Berkelanjutan yaitu sebanyak 126803 data pemilih. Sementara itu, berdasarkan Berita Acara KPU Provinsi Papua Nomor: 22/PL.02.1.BA/91/KPU/I/2021 tentang Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan IV Tahun 2020, jumlah pemilih Daftar Pemilih Berkelanjutan untuk Kabupaten Jayapura yaitu 126449 data pemilih. Berdasarkan kedua berita acara tersebut itulah, Bawaslu Kabupaten Jayapura dalam tugas pengawasan terhadap proses pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020, menemukan adanya perbedaan data dengan jumlah perbedaan sebanyak 354 data. Hal itulah yang mendasari dilakukannya Rapat Koordinasi antara kedua lembaga pengawal demokrasi ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura Zacharias. S.Y. Rumbewas, SH

Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura, Zacharias S.Y. Rumbewas dalam pembukaannya menyampaikan poin-poin penting terkait alasan Bawaslu mengundang KPU dalam rapat tersebut. Kemudian secara rinci, disampaikan oleh Seprianti E. Pandi selaku Koordinator Divisi PHL tentang perbedaan data dimaksud. Namun, dirinya pun menambahkan bahwa bukan hanya perbedaan data diatas, tetapi juga terdapat kesalahan penjumlahan oleh KPU Kabupaten Jayapura.

“Namun setelah kami teliti lagi, ternyata bukan hanya itu. Setelah kami melakukan penghitungan kembali secara manual, ternyata terdapat beberapa kesalahan penjumlahan yang menyebabkan hasilnya pun berbeda yaitu terdapat minus 50 data”, terang Koordiv. PHL tersebut.

KPU Kabupaten Jayapura dalam hal ini Maria Magdalena selaku Anggota yang membidangi Divisi Data kemudian memberikan kesempatan kepada Staf KPU Provinsi Papua, Zainal Arifin, yang turut hadir untuk menjelaskan terkait perbedaan data tersebut. Zainal dalam penjelasannya mengakui memang terdapat perbedaan data dan hal ini dikarenakan KPU Provinsi Papua belum selesai melakukan rekapitulasi DPB hingga Triwulan IV. Penyelesaiannya baru akan dilakukan hari ini.

“Kami (KPU Provinsi Papua) belum selesai melakukan rekapitulasi karena ada beberapa data yang keliru dan harus dicek kembali, sehingga rekapitulasi hingga Triwulan IV ini mungkin baru akan selesai hari ini”, jelas Zainal.

Selanjutnya staf KPU Kabupaten Jayapura, Emilia, menanggapi masalah kesalahan penjumlahan, mengakui bahwa kesalahan tersebut benar. Kesalahan terletak pada kesalahan penjumlahan untuk pemilih perempuan yang kemudian sudah diperbaiki dan diserahkan hasil perbaikan dalam rapat ini.

Nasaruddin Sili Luli selaku Koordinator Divisi HPP menyayangkan bahwa KPU Kabupaten Jayapura pun tidak mengetahui perbedaan dan kesalahan tersebut dan baru diketahui setelah Bawaslu menyurat.

“Jadi KPU juga tidak tahu kalau ada begini (perbedaan data dan salah penjumlahan)? Wah, komisioner sampai 5 koq tidak tahu?”, tutur Nasarudin kecewa.

Setelah mendengar seluruh penjelasan KPU, Bawaslu Kabupaten Jayapura pun meminta KPU untuk membuat berita acara perbaikan, sesuai dengan hasil rapat hari ini.

Zacharias dalam menutup rapat tersebut kemudian mengingatkan KPU Kabupaten Jayapura untuk cepat melakukan koordinasi jika terdapat perbedaan-perbedaan data.

“Iya, KPU pun harus cepat lakukan koordinasi jika terjadi perbedaan data seperti ini. Kemudian kesalahan-kesalahan penjumlahan ini jangan sampai lagi terjadi, jadi nanti kita juga akan sama-sama menghitung. Karena kesalahan kecil seperti ini saja, akan mempunyai dampak besar kedepan”, tegas Zacharias menutup rapat tersebut.

– MKH –