Pengawasn

Data Masih 0 di Beberapa Distrik, Opsi Libatkan RT/RW Diusulkan Bawaslu

Sentani (09/10/2020) – Mengikuti Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III Bulan September Tahun 2020, Bawaslu usulkan KPU melibatkan RT/RW. Hal ini disebabkan data yang diplenokan hingga bulan September ini masih saja menunjukkan angka 0 (nol) pada beberapa distrik dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Mengacu pada data tersebut, maka pada kesempatan pleno kali ini yang dilakukan secara (daring), Anggota Bawaslu, Seprianti, menyampaikan opsi tersebut kepada KPU dari hasil rapat koordinasi yang diikutinya pada Minggu kemarin.

“Bisakah kita melibatkan RT/RW untuk data kematian? RT/RW mengeluarkan surat keterangan kematian dan diteruskan ke Dukcapil, agar DPT kita berkualitas, karena kita lihat saja banyak distrik yang angkanya 0”, jelas Seprianti.

Sepandangan dengan Koordinator Divisi PHL tersebut, Sekretaris PPP Kabupaten Jayapura, Gempa Shah Chandra menyetujui opsi yang disampaikan.

“Saya setuju dengan Bawaslu, RT/RW harus difungsikan untuk pengambilan data orang yang sudah meninggal”, tegasnya.

Menanggapi Bawaslu dan PPP, KPU menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi antara sesama pimpinan KPU dan melakukan opsi tersebut dan KPU akan berusaha agar data pemilih lebih real sesuai fakta di lapangan.

“Kami sesama komisioner akan melakukan koordinasi dulu untuk melakukan opsi tersebut. KPU akan berusaha untuk pleno 3 bulan sisa ini agar data lebih real sesuai fakta di lapangan”, jawab Efra Tunya, Anggota KPU.

Bawaslu mengharapkan agar ke depannya data TMS tidak lagi muncul di DPT Kabupaten Jayapura, mengingat bahwa masalah orang meninggal yang masih terdata sebagai pemilih di dalam DPT merupakan masalah yang terus dihadapi pada masa pemilihan. (MH/bawaslu kab jpr)